Sabtu, 12 Juli 2008

bangkitkan optimisme lewat lukisan




SURABAYA - Sedang butuh suasana ceria untuk menyegarkan pikiran? Anda bisa mencoba datang ke pameran lukisan yang sedang berlangsung di Hotel JW Marriott Surabaya. Acara yang diikuti 34 pelukis Jawa Timur dari Komunitas Pelukis Jawa Timur (KPJT) itu berlangsung sebulan mulai kemarin (30/6).

Semua karya dipajang di sekitar lobi. Ada yang ditempel di dinding, ada pula yang ditata di atas panel kayu. Semua seolah bertutur tentang suasana riang sesuai dengan judul pameran Nusantara Berseri. Di satu sudut terlihat lukisan bunga-bunga merah bersemi. Di sudut lain ada gambar petani memanen padi karya pelukis beken B sutopo. Juga, ada kanvas bergambar burung-burung cantik bertengger di dahan pohon.

Aliran yang diusung bermacam-macam, bergantung pada ciri khas tiap pelukis. Misalnya, karya milik Harris A. Lukisan bertajuk Prahu Layar itu menggambarkan sekumpulan perahu layar yang tengah melaut di kala senja. Dengan dominasi warna abu-abu dan hitam yang diselingi warna kuning, lukisan realis tersebut seperti ingin menawarkan kesejukan hati.

Berbeda dengan karya Andi Solas. Pelukis potret lokal kenamaan itu memilih seorang penari Bali sebagai objek. Dalam lukisannya yang bertajuk Legong, Andi menyajikan warna-warna terang seperti kuning, merah, biru, dan oranye. Lukisan naturalis yang menggunakan cat minyak tersebut digambarkan Andi sebagai lukisan yang penuh keceriaan. “Warna-warna cerah tersebut menggambarkan penari itu tengah berada di atas panggung yang gemerlap,” jelasnya.

Ada pula lukisan abstrak karya Mahfud. Dalam warna-warna cerah seperti oranye dan kuning, pelukis senior tersebut ingin menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang bahagia. Lukisan itu diberi judul Perjalanan 402.

Menurut Henri Nurcahyo, ketua penyelenggara, pameran lukisan tersebut sengaja diadakan untuk memberikan semacam oasis sekaligus menghidupkan kembali optimisme masyarakat metropolis. “Selama ini kita selalu dijejali dengan hal-hal negatif seperti bencana, naiknya harga BBM, dan hal-hal lain yang menyedihkan. Untuk itu, pameran lukisan ini mencoba menawarkan keceriaan agar masyarakat tidak terlalu melulu memikirkan kondisi bangsa ini,” ujarnya. (ken/ayi)

Jawa Pos, Selasa, 01 Juli 2008

membawa hasil


Nusantara Berseri Tampilkan Karya 33 Pelukis

suarasurabaya.net| Karya 33 pelukis dari berbagai kota di Indonesia akan ditampilkan dalam pameran lukisan bertema "Nusantara Berseri" mulai 30 Juni-30 Juli 2008 di JW Marriott Hotel Surabaya.

Para pelukis tersebut menyajikan karya-karya pilihan dari beragam
corak, mulai dari yang menggambarkan suasana pedesaan, realitas keseharian di kampung halaman, flora fauna, serta keindahan alam raya sampai dengan figur-figur manusia.

Para pelukis itu juga menampilkan karya-karya yang nonfiguratif (abstrak) yang mencoba memvisualkan dunia batin manusia, ada pula yang berkarya dalam bentuk-bentuk simbolik, atau lukisan surealistik yang mengajak kontemplatif.

Mereka adalah AGUS KEMAS, ANDI SOELAS, ANNY JHON, ASNAN HAJADI, B. SUTOPO, BUDI SULAIMAN, BUGGY, DIAN CHRISNA, FATKUR ROCHMAN, HANNAVY, HARSOJO WIDOGDO, HARRIS A, HARTATIK, HJ. NANA TOMMY, IRAWAN KAOT, IWAN S. WARNO, J. PRAY, JAID JUBAIR, KAK HERRY, KISWOYO BS, MAKHFOEDH, MOELYONO HADI, MUS ZHANDRA, RACHMAD, SALIM N. DAHDAH, SIKA, SOEWANDI, SURATNO, YANUAR, YONNEY, YUNUS JUBAIR, YUWONO, dan ZAYNAL AM.

Dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (27/06), pameran yang digelar Komunitas Pelukis Jawa Timur (KPJT) kata ZAYNAL AM yang juga Koordinator KPJT, akan dibuka Senin (30/06) pukul 19.00, yang dimeriahkan dengan acara Fashion Show Hayomi Modelling, slides showing digital arts, dan demo tatto temporer.(ipg)

Minggu, 15 Juni 2008

tak kenal rintangan 200x90



Secara intuitif kesadaran b sutopo didasarkan pada pengalaman estetik yang diperoleh dilingkungan (social, budaya) di daerahnya. Aktifitas manusia sebagai titik pusat masalahnya, serta alam pedesaan dan perkotaan menjadi daya sensitivitas kreatifitasnya. Kekuatan pisau pallete menyusun garis tebal dan tipis, warna dan bentuk menjadi daya pikat visual citra (gaya) naturalisme menarik untuk dinikmati.

Dengan pengambilan tema yang tidak terlalu sulit serta meyodorkan kemampuan olah bentuk naturalistik yang prima dengan mempertimbangkan aspek detailnya, sutopo sejajar dengan para pelukis gaya naturalis yang lainnya. Aktivitas keseniannya begitu signifikan, melalui 4 kali berpameran tunggal serta puluhan kali pameran bersama pada beberapa wilayah di Indonesia menjadikan eksistensinya begitu matang. Dalam pameran tunggalnya ke 4 dengan tema “inspirasi dari desa ke kota” di Galeri Surabaya, ia menyadari lagi dan memberikan kebebasan apresiator untuk menafsirkan sendiri tentang proses kreatifitas yang merajut inspirasi serta intuisi menjadi ritme estetik karya-karyanya.

Apakah gagasan atau bentuk visual hanya dipahami secara teknis atau ada sesuatu “aura” dibalik itu?
Wolter menyesalkan tenggelamnya aura karya seni dalam teknis2 dan mekanika reproduksi yang nyaris membicarakan seni hanya sebagai teknik atau hanya sebagai urusan dagangan dan resensi-resensinya berhenti sampai pada kulit bungkus luarnya semata-mata. Sekarang tinggal bagaimana kita memahami tingkat kesadaran kreatifitas sutopo mempresentasikan karya seni melalui lukisan2nya.

pameran 70x50

kampung nelayan 80x60

gapura sunan giri 120x80

pacaran 80x60